
Pernah nggak sih kamu merasa takut untuk mencoba sesuatu yang baru? Takut gagal, takut sakit hati, atau takut mengulang pengalaman buruk di masa lalu? Kalau iya, aku ingin berbagi cerita yang mungkin bisa membuatmu berpikir ulang soal rasa takut.
Aku masih ingat jelas suatu kejadian saat aku berenang, waktu aku kecil, aku pernah berenang di baturraden, kolam renangnya bersih dan segar, Awalnya, semuanya berjalan baik-baik saja. Tapi tiba-tiba, saat berailah kolam renang untuk orang dewasa, aku hampir tenggelam, rasanya takut banget, panik, dan pasrah semuanya bercampur jadi satu, aku ingat aku berusaha menggapai dinding permukaan, seperti katak yang ingin melompat dari kolam renang, Untungnya, ada bapak bapak yang ngeh dan menolongku, mengangkat tanganku, Setelah itu, aku berpikir, “Kalau nggak ada yang menolongku, mungkin aku sudah tiada.”
Pengalaman itu bisa saja meninggalkan trauma mendalam, mungkin aku bisa memilih untuk berhenti berenang selamanya, aku bisa membenci kolam renang, pantai, laut, atau apa pun yang berhubungan dengan air. Tapi aku sadar, aku saat itu memlih cuek dan tidak melanjutkan memikirkan apapun, memang semua rasa berasal dari pikiran, kalau aku membiarkan rasa takut itu menang, aku nggak akan pernah tahu bagaimana rasanya berenang dengan bebas, Jadi, aku memutuskan untuk menghadapi rasa takut itu. Aku belajar berenang lagi, pelan-pelan. Hasilnya? Sekarang aku bisa menikmati air tanpa rasa takut.
Aku yakin, dalam hidup, kamu juga punya pengalaman seperti ini, rasa takut memang wajar, tapi kalau kamu membiarkannya menguasai, kamu nggak akan pernah maju.
Rasa Takut Itu Teman, Bukan Musuh, Ketakutan itu sebenarnya hanya ada dalam zpikiran. Dia ada untuk mengingatkan kita supaya lebih berhati-hati, bukan untuk berhenti melangkah, tapi sayangnya, seringkali kita salah paham, kita membiarkan ketakutan itu mengendalikan kita.
Padahal, hidup itu seperti berenang. Kadang, kita merasa seperti tenggelam, kadang, kita kehabisan napas, tapi kalau kamu terus belajar dan melatih diri, pada akhirnya kamu akan bisa menguasai ombak.
Coba bayangkan kalau dulu aku memilih untuk menyerah karena trauma hampir tenggelam, aku mungkin nggak akan pernah tahu betapa menyenangkan berenang di laut, melihat banyak terumbu karang indonesia yang bagus, melihat penyu laut, ikan buntal, ikan badut, ubur ubur yang naik turun, semua terasa indah, Tapi karena aku memilih untuk bangkit, aku bisa menikmati semua keindahan itu.
Rasa takut memang wajar. Setiap orang memilikinya. Tapi, pilihan untuk terus melangkah atau berhenti ada di tangan kita. Ketika kamu berani menghadapi rasa takut, kamu akan menemukan bahwa ada banyak hal indah yang menunggu di sisi lain dari keberanian itu.
Mungkin kamu juga sedang menghadapi rasa takutmu saat ini. Bisa jadi kamu takut gagal dalam karier, takut patah hati lagi, atau takut mengulang pengalaman buruk di masa lalu. Tapi ingatlah, ketakutan itu hanya sebuah dalam pikiranmu, dengarkan pikiranmu itu, tapi jangan biarkan ia menghalangi langkahmu., Gunakan rasa takut itu sebagai pengingat untuk berhati-hati, bukan sebagai alasan untuk menyerah.
Percayalah, dalam hidup ini, rasa takut bukan akhir dari segalanya. Dia hanya sebuah fase yang perlu dilalui. Di balik rasa takut, ada potensi besar, ada kebahagiaan, dan ada keberhasilan yang menanti. Sama seperti aku yang akhirnya bisa menikmati indahnya dunia bawah laut karena keberanian untuk mengatasi trauma, kamu pun bisa menemukan keindahan yang serupa dalam hidupmu.
Jadi, apapun yang terjadi, teruslah berenang. Lawan rasa takutmu. Karena siapa tahu, di sisi lain dari rasa takut itu, ada kehidupan yang jauh lebih indah dari yang pernah kamu bayangkan.
0 Komentar